Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembahasan Black Clover Episode 88: Royal Knight, Serang Musuh!


Nozel dan Mereoleona memulai pertarungan




Anime Black Clover Episode 88 memperlihatkan kepada kita kalau pasukan Royal Knight yang terpilih mulai menyerang Markas Mata Surya Tengah Malam.





Disini, tak ada waktu santai karena "Jika kau ingin membodohi musuhmu, kau harus membodohi temanmu terlebih dahulu". Kata-kata yang menarik, mengingat di kerajaan Clover hal utama yang sering terjadi adalah penghianatan.





Yosh, sudah selesai ngobrol-ngobrolnya. Sekarang kita mulai pembahasaannya. Berikut pembahasan Black Clover Episode 88:





1. Sihir Bayangan, Mata-Mata Musuh!





Mata-mata dari teroris Mata Surya Tengah Malam




Yep, kamu pastinya sudah melihat apa yang penulis maksud di paragraf ke-dua. Ini adalah salah satunya!





Kerajaan Clover selalu dipenuhi oleh mata-mata bahkan sudah dari zaman Yami masih menjadi ksatria sihir.





Untuk mata-mata yang satu ini tidak cukup merepotkan. Mereoleona dan Nozel dengan cepat mengetahui keberadaannya dan langsng mengatasinya.





2. Tanda Pertemanan Ala Zora Ideale





Tanda Pertemanan Ala Zora Ideale




Karakter Zora yang mengikuti jejak ayahnya dan prinsip keadilan yang dia anut sepertinya selalu memberikan hal bodoh.





Coba kamu perhatikan, dimulai dari kemunculannya, kemudian tanda pertemanan yang dia lakukan dengan serangga pelangi.





Baca juga: 5 Fakta Zora Ideale Yang Perlu Kamu Ketahui!





Dia selalu memberikannya kepada orang dia anggap dekat dengan dirinya. Untuk korbannya sendiri sudah ada beberapa orang, misalnya Asta dan Rill. Kemungkinan sih masih ada yang laing juga! :D





3. Markas Mata Surya Tengah Malam Berbentuk Sarang Semut





Peta Markas Mata Surya Tengah Malam




Ini agak untuk, mengingat markas Mata Surya Tengah Malam melayang di udara dan dikelilingi kabut sihir yang tidak dapat ditembus oleh penyihir biasa.





Penjagaan mereka juga sangat ketat, apalagi pusat pemerintahannya juga berada di tengah markas yang berbentuk labirin itu.





4. Solusinya, Berpencar!





Nozel dan Mereoleona memulai pertarungan




Untuk menangani masalah tersebut, sang Kapten Mereoleona membagi pasukan inti Royal Knight menjadi 5 kelompok dan memberikan kepercayaan penuh terhadap mereka.





Berikut pembagian kelompok yang penulis maksud:





Kelompok 1





Bertugas untuk menyerang markas Mata Surya Tengah Malam dari bagian kiri atas, yang terdiri dari:





  1. Nozel Silva
  2. En Ringard
  3. Nils Ragus
  4. Shiren Tium








Kelompok 2





Bertugas untuk menyerang markas Mata Surya Tengah Malam dari bagian kiri bawah, yang terdiri dari:





  1. Ben Benfunk
  2. Luck Voltia
  3. Noelle Silva
  4. Kirsch Vermillion








Kelompok 3





Bertugas untuk menyerang markas Mata Surya Tengah Malam dari bagian kanan atas, yang terdiri dari:





  1. Ruben Shagger
  2. Rill Boismortier
  3. Fragil Tormenta
  4. Puli Angel










Kelompok 4





Bertugas untuk menyerang markas Mata Surya Tengah Malam dari bagian kanan bawah, yang terdiri dari:





  1. Klaus Lunettes
  2. Mimosa Vermillion
  3. Yuno
  4. Hamon Causes








Kelompok 5





Bertugas untuk menyerang markas Mata Surya Tengah Malam dari bagian tengah, yang terdiri dari:





  1. Mereoleona Vermillion
  2. Zora Ideale
  3. Asta








Dan untuk Cob Portaport sendiri bertugas untuk mengawasi tempat keluar masuk para pasukan inti Royal Knight.





5. Lict Tidak Ada Di Markas!





Raia siap bertarung




Walaupun pasukan Royal Knight sudah dikerahkan, sepertinya mereka akan mendapati Lict di bagian akhir. Mengingat hanya Raia saja yang ada di markas pusat.





Entah apa yang dimaksud 'pergi' disini, tapi kemungkinan si Raia akan memulai pertarungannya juga.











Itulah pembahasan Black Clover Episode 88 yang menampilkan mode penyerangan dari kubu Royal Knight.





Bagaimana menurutmu di episode ini, adakah yang menarik?





Sampaikan pendapatmu dikolom komentar yah! ;)


Posting Komentar untuk "Pembahasan Black Clover Episode 88: Royal Knight, Serang Musuh!"